Tampilkan postingan dengan label Puisi Sufistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Sufistik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

Aku Malu kepadaMu

Share


Selepas sholat subuh
Setelah membaca tasbih, tahmid, dan takbir
masing-masing 33 hitungan
Dan kugenapkan menjadi 100 dengan bacaan
Laailahaillalloh wahdahu laasyarikalah lahulmulku walahulhamdu
yuhyi wayumitu wahuwa 'ala syaiinqodir
Tiada Tuhan yang hak disembah selain Alloh Yang Maha Esa
Tiada sekutu bagi-Nya segala pujian
Yang menghidupkan dan mematikan
di tangan-Nya segala kebagikan
Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu

Lalu aku mengangkat kedua tangan hendak berdoa
Namun  rasa malu tiba-tiba menyergap batinku
Terlalu banyak yang akan kupinta
Bukan cuma dunia
Di akhirat aku minta surga
Padahal mata, telinga
mulut dan isi perut
Tak pernah lepas dari segala nista
Bahkan hati tak kuasa membendung riya

Gagap lidahku tebata-bata
Rasa maluku menyesak jadi tetes-tetes air mata
Getaran bibir mengucap syukur
Dengan kalimat tentang ketakberdayaan
Laa haula walaa quwwata illa billahil'aliyyil 'adhim





Senin, 10 Januari 2011

Permulaan Segala Sesuatu

Dengan menyebut namaMu yang rahman dan rahim
Tiada pantas kami menerima puji dari siapa pun
Kerna segala puji hanya punyaMu sebagai pemilik semesta alam
Kau lah dzat yang maha pemurah untuk semua mahluk 
Dan maha teramat sayang kepada yang ikut bersujud kepadaMu
Kau pula yang menguasai hari pembalasan atas segala perbuatan

Maka tak salah bila kami hanya beribadah menyembah kepadaMu
Dengan segala keta'atan, ketundukan dan ketakutan
Sebagai puncak kesempurnaan cinta padaMu semata 
Dan hanya kepadaMu  kami memohon pertolongan
Dalam melakukan semua kami punya urusan

Untuk itu ya Robb...
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Taufik dan hidayah untuk melakukan keta'atan
Sebagaimana telah Engkau anugrahkan nikmat Islam
Kepada rara rasul, para nabi dan para ambiya 
Serta orang-orang yang Kau kehendak tingkat kemuliannya di muka bumi
Bukan !
Bukan jalan mereka yang Engkau murkai kerna ingkar atas kebenaranMu
Dan bukan jalan  mereka yang sesat, kerna telah melenceng dari kebenaranMu

catatan: bahwa puisi di atas bukan terjemahan dan tafsir Al Qur'an
penulis hanya ingin mempuitisasikan terjemahan Al Qur'an
foto-google: muslimart.net 




Rabu, 05 Januari 2011

Dunia Maya

yang ADA menjadi TIADA
yang TIADA menjadi ADA
tetapi adanya ADA karena adanya TIADA
atau sebaliknya
meskipun ada yang ADA dan tak pernah TIADA

Sabtu, 01 Januari 2011

SELAMAT TINGGAL 2010

Selamat datang tahun 2011! Aku cemburu padamu kerna tahun hijriah kemarin, orang-orang yang seiman denganku  tak semeriah merayakanmu. Terkadang aku marah. Semarahku kepada orang-orang yang merayakan Valentin Day produk liberalisme dan kapitalisme yang menyusup dalam relung oraang-orang Islam untuk menomorduakan Maulid Nabi Rosululloh s.a.w. Aku marah ! (kutulis pada detik-detik tahun baru 2011)

  Selamat Tinggal
Aku berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya?

Kudengan seru menderu
Apa hanya angin lalu

Lagu lain pula menggelepar
Tengah malam buta
Ah

Segala mengental
Segala menebal
Segala tak kukenal

Selamat tinggal

(Chairil Anwar)

Kamis, 30 Desember 2010

SHOLAT


menemukan sholat pada setiap gerak
langkah menuju dzikrulloh
di setiap waktu
di setiap tempat
di setiap tindak
tak ada yang tahu
ya dan tidak
selain
Nya
selain
ridho
Nya